Penggemar
sinetron “Dunia Terbalik” di RCTI, selama beberapa hari ini boleh jadi dibuat
kesal oleh Mulyadi. Mulyadi, menculik Entin, mantan kekasihnya yang kini sudah
berstatus istri Wa Sain yang tengah hamil. Hebatnya, Mulyadi susah ditangkap
walau jejaknya sudah diketahui. Beberapa kali, Mulyadi “si muka becek” berhasil
selamat dari kejaran.
Mulyadi,
dalam episode terakhir sebenarnya nyaris berhasil ditangkap warga. Namun
lagi-lagi, aparat desa itu bisa meloloskan diri. Untungnya, Entin yang
diculiknya berhasil meloloskan diri ketika Mulyadi tepergok warga termasuk
Ustad Kemed, Akum, Idoy dan yang lainnya.
Walhasil,
“Yayang” Entin kini sudah berada dalam pangkuan suaminya, Wa Sa’in. Wa Sa’in
bahagia karena mendapatkan Entin lagi. Demikian pula dengan warga Ciraos lainnya.
Boleh jadi, jutaan penggemar “Dunia Terbalik” di seluruh Indonesia pun bahagia.
Mereka bisa bernafas lega. Mereka tak cemas lagi kepada Entin.
Menarik dan
bisa mengaduk-aduk perasaan, begitulah “Dunia Terbalik”.
Namun
terlepas dari hal itu, dahi Si Kabayan yang “terpaksa” nonton sinetron tersebut karena istrinya, Nyi
Iteung, menggemarinya, beberapa hari ini, berkerut. Musababnya, di Ciraos
kenapa tidak ada polisi? Kenapa warga Ciraos tidak lapor polisi ketika Mulyadi
menculik Entin –dan ketika Claudia hilang?
“Penulis skenario
“Dunia Terbalik” bagusnya tetap menghadirkan polisi saat di Ciraos terjadi
penculikan, Teung. Apakah polisinya
dihadirkan dengan sosok “serius” atau
tidak, itu tidak jadi soal. Yang
penting, sosok polisi hadir ketika warga mencari Mulyadi dan Entin,” Si Kabayan
menggerutu saat menemani Iteung nongton. Si Iteung diam saja.
Melihat Iteung yang lagi anteng nonton diam wae, Si Kabayan berceloteh lagi. “
Dengan kemampuannya, penulis skenario
Dunia Terbalik akan tetap bisa
memunculkan kekesalan dan kebencian kepada Mulyadi, walaupun ada sosok polisi. Bisa jadi,
ceritanya bahkan akan semakin
seru lagi, dengan kehadiran aparat
keamanan tersebut,” ujarnya lagi.
Kabayan
meneruskan, ketika di Ciraos tidak ada kasus kriminal, sosok polisi sejatinya tidak diperlukan. Keamanan bisa
dilakukan hanya oleh petugas Hansip saja.
Namun ketika terjadi tindak kriminal, eloknya, sosok polisi dihadirkan
juga di “Dunia Terbalik”.
“Sekalipun
“Ciraos” bukan di Indonesia, tapi polisi mah,
di negara manapun juga pasti ada. Kehadiran polisi ini juga penting agar Dunia
Terbalik tidak terkesan
“menyepelekan” aparat penegak hokum,”
ujar Kabayan.
Iteung
tersenyum. Sambil berjingkat untuk ambil minum, Nyi Iteung kali ini menimpali omongan suaminya. “Ya
bilang dong ke sutradara atau penulis skenarionya,” katanya.
Si Kabayan
garuk-garuk kepala. Benar juga omongan Si Iteung. Kalau tidak bilang sama
sutradara atau penulis skenarionya, untuk apa?***



0 komentar:
Posting Komentar