Translate

Si Kabayan dan PON 19 Jabar (1)

by 03.06 0 komentar
Pekan Olah Raga (PON) di Jawa Barat  telah  menarik perhatian Si Kabayan. Namun Si Kabayan merasa tertipu oleh event olahraga yang namanya sepekan tetapi nyatanya pelaksanaannya hampir dua minggu itu.
Ceritanya, ketika PON akan diresmikan pelaksanaannya oleh Presiden Joko Widodo di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Si Kabayan yang tinggal di pinggiran Kota Bandung, menyempatkan diri datang ke stadion. Ia ingin melihat sesuatu yang belum pernah dilihatnya langsung.

“Iteung, sayah mau nongton pembukaan PON ya di Gedebage,” ujarnya kepada istrinya, Iteung, saat akan pergi. “Nyai mau ikut?”
Haroream teuing  (malas-Red), ah. Takut hujan,”  timpal Iteung. ‘Di tipi juga pasti ada tayangannya,” ujarnya lagi.  Memang betul. TVRI dan salahsatu televisi nasional, menurut rencana, akan menyiarkan secara langsung pembukaan kegiatan olahraga akbar tersebut.
Si Kabayan, akhirnya berangkat sendirian ke stadion dengan memakai sepeda motor . Ikat kepala alias totopongnya tak lupa ia kenakan. Agar tak kedinginan, ia pun mengenakan jaket bertuliskan “Persib Nu Uing, Lain Persib lain Nu Uing”.
Stadion, ketika Si Kabayan datang, sudah penuh sesak oleh manusia. Acaranya bahkan sudah dimulai.  Maka, begitu tiba, Si Kabayan langsung memusatkan perhatiannya ke stadion. Tapi kadang matanya diarahkan juga  ke podium kehormatan untuk melihat Presiden dan istrinya, beberapa menteri dan juga pupuhu Jawa Barat.
Matanya tak henti menyapu lapang stadion yang terang oleh cahaya lampu. Ia seperti mencari sesuatu yang ingin dilihatnya. Rangkaian acara pembukaan PON sama sekali tidak menarik perhatiannya.
Merasa yang dicarinya tidak ada, Si Kabayan kemudian meninggalkan stadion, pulang ke rumahnya, dengan wajah dan perasaan kecewa.
Haar, kok sudah pulang, Kabayan? Acaranya kan belum selesai?” istrinya, Iteung heran melihat Kabayan pulang. Padahal di tipi acaranya masih berlangsung.
Sugan dewek di stadion teh rea surili, Iteung. Dekah ka stadion teh saenyana hayang neuleu surili dibendo jeung bisa mengbal,” katanya sambil masuk ke kamarnya, lalu tidur. Ia mengira, di stadion banyak hewan Surili, maskot PON Jawa Barat. Padahal ia datang ke stadion tujuannya hanya karena ingin melihat Surili mengenakan bendo dan main bola.......***

FajarSumedang

Developer

Cras justo odio, dapibus ac facilisis in, egestas eget quam. Curabitur blandit tempus porttitor. Vivamus sagittis lacus vel augue laoreet rutrum faucibus dolor auctor.

0 komentar:

Posting Komentar

About Me