Ceritanya, ketika PON akan diresmikan pelaksanaannya oleh Presiden Joko Widodo di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Si Kabayan yang tinggal di pinggiran Kota Bandung, menyempatkan diri datang ke stadion. Ia ingin melihat sesuatu yang belum pernah dilihatnya langsung.
“Iteung, sayah mau
nongton pembukaan PON ya di Gedebage,” ujarnya kepada istrinya, Iteung, saat
akan pergi. “Nyai mau ikut?”
“Haroream teuing (malas-Red), ah. Takut hujan,” timpal Iteung. ‘Di tipi juga pasti ada
tayangannya,” ujarnya lagi. Memang
betul. TVRI dan salahsatu televisi nasional, menurut rencana, akan menyiarkan
secara langsung pembukaan kegiatan olahraga akbar tersebut.
Si Kabayan, akhirnya berangkat sendirian ke stadion dengan
memakai sepeda motor . Ikat kepala alias totopongnya
tak lupa ia kenakan. Agar tak kedinginan, ia pun mengenakan jaket bertuliskan “Persib Nu Uing, Lain Persib lain Nu Uing”.
Stadion, ketika Si Kabayan datang, sudah penuh sesak oleh
manusia. Acaranya bahkan sudah dimulai.
Maka, begitu tiba, Si Kabayan langsung memusatkan perhatiannya ke
stadion. Tapi kadang matanya diarahkan juga
ke podium kehormatan untuk melihat Presiden dan istrinya, beberapa
menteri dan juga pupuhu Jawa Barat.
Matanya tak henti menyapu lapang stadion yang terang oleh
cahaya lampu. Ia seperti mencari sesuatu yang ingin dilihatnya. Rangkaian acara
pembukaan PON sama sekali tidak menarik perhatiannya.
Merasa yang dicarinya tidak ada, Si Kabayan kemudian
meninggalkan stadion, pulang ke rumahnya, dengan wajah dan perasaan kecewa.
“Haar, kok sudah pulang,
Kabayan? Acaranya kan belum selesai?” istrinya, Iteung heran melihat Kabayan
pulang. Padahal di tipi acaranya masih berlangsung.
“Sugan dewek di stadion
teh rea surili, Iteung. Dekah ka stadion teh saenyana hayang neuleu surili
dibendo jeung bisa mengbal,” katanya sambil masuk ke kamarnya, lalu tidur.
Ia mengira, di stadion banyak hewan Surili, maskot PON Jawa Barat. Padahal ia
datang ke stadion tujuannya hanya karena ingin melihat Surili mengenakan bendo
dan main bola.......***


0 komentar:
Posting Komentar