![]() |
| mediaindonesia.com |
Suatu ketika, Si Kabayan diundang menghadiri pertemuan
dengan seorang bakal calon legislatif (Bacaleg) dari sebuah partai. Karena merasa perlu mengetahui visi dan misi
salahsatu bacaleg di wilayahnya itu, Kabayan menyempatkan diri datang.
Saat datang, pertemuan sudah dimulai dan sang bacaleg sedang
bicara kepada warga. Dengan jelas Kabayan, saat itu mendengar omongan Bacaleg dari
pengeras suara:
“....karena itu, Bapak
dan Ibu semuanya, saya nanti akan memperjuangkan apa yang menjadi harapan semua
warga. Jalan dan saluran air ke
pesawahan dipastikan akan diperbaiki, kalau saya terpilih. Ya, itu agar hasil
pertanian sesuai harapan semuanya.
Juga perlu diingat
oleh semuanya, saya akan mendarmabaktikan seluruh hidup saya untuk warga, untuk
semuanya....Hidup saya juga nanti akan saya wakafkan untuk bapak-bapak dan
ibu-ibu...." Demikian kata Bacaleg.
Sampai di sana, ketika Bacaleg menarik napas dan berfikir, Kabayan tiba-tiba menyela dengan lugunya.
"Pa Bacaleg, maaf....," katanya sambil berdiri.
Bacaleg : Ya Kang
Kabayan. Ada apa?
Kabayan: Maaf
sebelumnya Pa Bacaleg. Saya tadi dengar, Bapak akan mendarmabaktikan dan
mewakafkan hidup Bapak untuk negara dan warga. Lalu bagaimana dengan gajih
Bapak dan penghasilan lainnya? Akankah dibaktikan dan diwakafkan juga?
Bacaleg tampak terhenyak, kaget mendengar selaan Si Kabayan.
Ia sepertinya tak menyangka akan mendapat pertanyaaan dari warga, terutama
pertanyaaan soal gaji.
Sebelum menjawab, selama beberapa detik atau tarikan napas ,
ia berfikir.
Bacaleg : Oh iya,
bagus sekali pertanyaan Kang Kabayan ini...Jawabannya, euh, ya, kalau gaji dan
penghasilan lain-lain, tentu, tidak diwakafkan ke warga, tapi ke keluarga saya....
Mendengar itu Kabayan mengangguk sambil tersenyum.
"Terimakasih Pa Bacaleg."
Seakan tanpa terjadi apa-apa, Bacaleg melanjutkan
sosialisasinya.
Tapi Kabayan diam-diam meninggalkan ruangan
pertemuan. Tak disangka, warga lainnya pun mengikuti keluar, hingga yang ada di ruangan, tinggal beberapa
orang saja


0 komentar:
Posting Komentar